kiat menghindari maksiat


23

Berikut ini terapi mujarab untuk menawar racun kemaksiatan, antara lain:

1. Anggaplah besar dosamu.
Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu berkata,
“Orang beriman melihat dosa-dosanya seolah-olah ia duduk di bawah gunung, ia takut gunung tersebut menimpanya. Sementara orang yang fajir (suka berbuat dosa) dosanya seperti lalat yang lewat di atas hidungnya”.
2. Janganlah meremehkan dosa.
Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda,
“Janganlah kamu meremehkan dosa, seperti kaum yang singgah di perut lembah. Lalu seseorang datang membawa ranting dan seorang lainnya lagi datang membawa ranting sehingga mereka dapat menanak roti mereka. Bila saja orang yang melakukan dosa menganggap remeh dosa tersebut, maka itu akan membinasakannya”.
(HR. Ahmad dengan sanad yang hasan)
3. Janganlah mujaharah (menceritakan dosa).
Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda,
“Semua umatku dimaafkan kecuali mujahirun (orang yang berterus terang). Termasuk mujaharah ialah seseorang yang melakukan suatu amal (keburukan) pada malam hari kemudian pada pagi harinya ia membeberkannya, padahal Allah telah menutupinya, ia berkata, ‘Wahai fulan, tadi malam aku telah melakukan demikian dan demikian’. Pada malam hari Tuhannya menutupi kesalahannya tetapi pada pagi harinya ia membuka tabir Allah yang menutupinya”.
(HR.Bukhari dan Muslim)
4. Taubat nasuha yang tulus
Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda,
“Allah lebih bergembira dengan taubat hamba-Nya tatkala bertaubat daripada seorang di antara kamu yang berada di atas kenderaannya di padang pasir yang tandus. Kemudian kenderaan itu hilang darinya, padahal di atas kenderaan itu terdapat makanan dan minumannya. Ia sedih kehilangan hal itu, lalu ia menuju pohon dan tidur di bawah naungannya dalam keaadaan bersedih terhadap kenderaannya. Saat ia dalam keadaan seperti itu, tiba-tiba kenderaannya muncul di dekatnya, lalu ia mengambil tali kendalinya. Kemudian ia berkata, kerana sangat bergembira, ‘Ya Allah Engkau adalah hambaku dan aku adalah Tuhanmu’. Ia salah ucap kerana sangat bergembira”.
(HR. Bukhari dan Muslim)
5. Jika dosa berulang, maka ulangilah bertaubat.
Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu berkata,
”Sebaik-baik kalian adalah setiap orang yang diuji (dengan dosa) lagi bertaubat”. ditanyakan, ‘Jika ia mengulangi lagi?’ Ia menjawab, ‘Ia beristighfar kepada Allah dan bertaubat’. Ditanyakan, ‘Jika ia kembali berbuat dosa?’ Ia menjawab, ‘Ia beristighfar kepada Allah dan bertaubat’. Ditanyakan, ‘Sampai bila?’ Dia menjawab, ‘Sampai syaitan berputus asa”.
6. Jauhi faktor-faktor penyebab kemaksiatan.
Orang yang bertaubat harus menjauhi situasi dan kondisi yang biasa ia temui pada saat melakukan kemaksiatan serta menjauh darinya secara keseluruhan dan sibuk dengan selainnya.
7. Sentiasa beristighfar
Saat-saat beristighfar:
a. Ketika melakukan dosa
b. Setelah melakukan ketaatan.
c. Dalam zikir-zikir rutin harian.
d. Sentiasa beristighfar setiap saat.
Rasulullah shalallahu alaihi wa salam beristighfar kepada Allah dalam sehari lebih dari 70 kali (dalam hadits lain 100 kali).
8. Apakah anda berjanji kepada Allah untuk meninggalkan kemaksiatan?
Tidak ada bezanya antara orang yang berjanji kepada Allah (berupa nazar atas tebusan dosa yang dilakukannya) dengan orang yang tidak melakukannya. Kerana yang menjadi penyebab dirinya terjerumus ke dalam kemaksiatan tidak lain hanyalah kerana panggilan syahwat (hawa nafsu) lebih mendominasi dirinya daripada panggilan iman. Janji tersebut tidak dapat melakukan apa-apa dan tidak berguna.
9. Melakukan kebajikan setelah keburukan.
Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda,
”Bertakwalah kepada Allah di mana saja kamu berada, dan iringilah keburukan dengan kebajikan maka kebajikan itu akan menghapus keburukan tersebut, serta perlakukanlah manusia dengan akhlak yang baik”.
(HR. Ahmad dan Tirmidzi. Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih)
10. Merealisasikan tauhid
Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda,
”Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, ‘Barangsiapa yang melakukan kebajikan, maka ia mendapatkan pahala sepuluh kebajikan dan Aku tambah dan barangsiapa yang melakukan keburukan keburukan, maka balasannya satu keburukan yang sama, atau diampuni dosanya. Barangsiapa yang mendekat kepadaKu sejengkal, maka Aku mendekat kepadanya sehasta dan barangsiapa yang mendekat kepadaKu sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa; barangsiapa yang datang kepadaKu dengan berjalan, maka Aku datang kepadanya dengan berlari. Barangsiapa yang menemuiKu dengan dosa sepenuh bumi tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu apapun, maka Aku menemuinya dengan maghfirah yang sama”.
(HR. Muslim dan Ahmad)
11. Jangan berpisah dengan orang-orang yang baik
a. Persahabatan dengan orang-orang baik adalah amal soleh.
b. Mencintai orang-orang solehh menyebabkan seseorang bersama mereka, walaupun ia tidak mencapai kedudukan mereka dalam amal.
c. Manusia itu ada 3 golongan:
i. Golongan yang membawa dirinya dengan kendali takwa dan mencegahnya dari kemaksiatan. Inilah golongan terbaik.
ii. Golongan yang melakukan kemaksiatan dalam keadaan takut dan menyesal. Ia merasa dirinya berada dalam bahaya yang besar, dan ia berharapa suatu hari dapat berpisah dari kemaksiatan tersebut.
iii. Golongan yang mencari kemaksiatan, bergembira dengannya dan menyesal kerana kehilangan hal itu.
d. Penyesalan dan penderitaan kerana melakukan kemaksiatan hanya dapat dipetik dari persahabatan yang baik
e. Tidak ada alasan untuk berpisah dengan orang-orang yang baik
12. Jangan tinggalkan dakwah.
Said bin Jubair berkata,
”Sekiranya sesorang tidak boleh menyuruh kebajikan dan mencegah dari kemungkaran sehingga tidak ada pada dirinya sesuatu (kesalahanpun), maka tidak ada seorangpun menyeru kepada kebajikan dan mencegah dari kemungkaran”. Imam Malik berkomentar, ”Ia benar. Siapakah yang pada dirinya tidak ada sesuatupun (kesalahan)”.
13. Jangan cela orang lain kerana perbuatan dosanya.
Rasulullah shalallahu alaihi wa salam menceritakan kepada para sahabat bahawasanya seseorang berkata, ”Demi Allah, Allah tidak akan mengampuni si fulan”. Allah berkata, ”Siapakah yang bersumpah atas namaKu bahawa Aku tidak mengampuni si fulan? Sesungguhnya Aku telah mengampuni dosanya dan Aku telah menghapus amalmu”.

(HR. Muslim).

Wallahu a’alam bisshowab

dikutip dari : http://taubatnasuhaachik.blogspot.com/2012/12/tiga-belas-terapi-hindari-terjerumus.html

Iklan

One thought on “kiat menghindari maksiat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s